New Topics

Tanggapi Erupsi Berdurasi Panjang Gunung Anak Krakatau, Pos Pantau Sebut Penurunan Aktivitas Tergantung Sisa Energi

September 06, 2026

 


LAMPUNG SELATAN
— Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dilaporkan masih terus berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026). Hujan abu vulkanik dampak dari erupsi tersebut kini dilaporkan telah meluas dan menjangkau sejumlah wilayah di Provinsi Lampung, mulai dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Tanggamus, hingga kawasan Pesisir Barat.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Andi Suardi, memaparkan bahwa dalam kurun waktu 12 jam terakhir, instrumen pemantau mencatat adanya satu kali hembusan erupsi berdurasi cukup panjang yang berlangsung sejak malam sebelumnya.

"Sampai sekarang erupsinya masih berlanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sebagai antisipasi terhadap paparan debu atau abu vulkanik. Untuk memastikan sampai kapan erupsi ini berlangsung, kami belum bisa memperkirakannya secara pasti karena sangat bergantung pada sisa energi magmatis," terang Andi Suardi.

BPBD Lampung Terbitkan Sembilan Poin Imbauan Mitigasi

Merespons perluasan sebaran abu vulkanik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) meningkatkan status pemantauan wilayah dan mengimbau publik untuk tetap tenang.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, menekankan pentingnya langkah proteksi mandiri untuk menghindari risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta iritasi mata.

"Masyarakat kami imbau tetap tenang dan waspada. Kurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. Apabila harus keluar rumah, wajib menggunakan masker atau kain basah," ujar Aswarodi.

BPBD Provinsi Lampung merinci sembilan panduan penanggulangan bagi warga terdampak:

  1. Membatasi aktivitas di luar rumah.

  2. Mematuhi batas aman radius bahaya minimal 5 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.

  3. Mengenakan masker atau kain basah saat berada di area terbuka.

  4. Menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi hunian.

  5. Membasahi permukaan yang terpapar abu sebelum dibersihkan dan menghindari menyapu dalam kondisi kering.

  6. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.

  7. Mengurangi laju kendaraan saat melintasi jalanan licin akibat abu.

  8. Menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen dan logistik darurat.

  9. Memantau pembaruan data real-time melalui saluran resmi BMKG, PVMBG, dan BPBD.

Batin Wulan Tegaskan Pengembangan Produk Lokal Lampung Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

September 04, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung menginisiasi langkah strategis dalam memperluas jangkauan pasar serta memperkuat daya saing produk kuliner khas daerah. Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama para pelaku usaha kuliner lokal agar sajian dan produk oleh-oleh khas Lampung semakin dikenal luas serta mampu menembus pasar nasional.

Inisiasi kerja sama tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, di Ruang Rapat Dekranasda Provinsi Lampung, Jumat (4/9/2026).

Wanita yang akrab disapa Batin Wulan tersebut menegaskan komitmen Dekranasda untuk terus mempromosikan, mengurasi, dan menjaga keberlanjutan produk-produk lokal Lampung. Langkah ini diambil agar kuliner daerah tidak sekadar menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisatawan dan oleh-oleh bernilai tinggi.

"Harapannya, oleh-oleh lokal yang sudah terkurasi ini bisa menembus pasar yang lebih luas dengan tetap mengadopsi kearifan lokal. Kita ingin produk-produk Lampung memiliki nilai tambah dan semakin dikenal masyarakat," ujar Batin Wulan.

Gandeng Seruit Bu Lin dan Buka Ruang Promosi UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Batin Wulan menilai bahwa kemitraan bersama pelaku usaha kuliner ternama seperti Seruit Bu Lin menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkenalkan ragam kuliner khas Lampung secara masif. Melalui sinergi ini, produk-produk UMKM yang telah terkurasi akan mendapatkan ruang display dan promosi yang strategis.

"Melalui kolaborasi Dekranasda Provinsi Lampung bersama usaha kuliner Lampung, diharapkan dapat menambah manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha kecil," imbuhnya.

Ia menambahkan, pengembangan olahan pangan lokal membutuhkan keterlibatan lintas sektor secara konsisten. Pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, hingga masyarakat harus bergerak bersama membangun ekosistem ekonomi kreatif yang solid.

Sambut Positif Dampak Ekonomi dan Jejaring Pasar

Sementara itu, pihak pengelola Seruit Bu Lin menyambut hangat inisiatif dan dorongan dari Dekranasda Provinsi Lampung. Kolaborasi ini dinilai sebagai peluang emas bagi pelaku UMKM untuk naik kelas, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan volume penjualan.

Melalui integrasi antara kuliner khas, produk oleh-oleh terkurasi, dan pemasaran berbasis cerita budaya (storytelling), kuliner Lampung diharapkan mampu menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi kreatif serta identitas kebanggaan Bumi Ruwa Jurai.

Perkuat Ekonomi dari Bawah, Kemenko Pangan dan Kemendes PDT Finalisasi Puluhan Ribu Gerai KDMP se-Indonesia

September 04, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan vitalnya peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai instrumen strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi serta memacu hilirisasi komoditas lokal di tingkat pedesaan. Hal tersebut disampaikannya pada Seminar Nasional KDMP yang berlangsung di Gedung Semergou, Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Dalam forum tersebut, Gubernur Mirza soroti ketimpangan sirkulasi modal di mana 70 persen arus uang terserap ke wilayah perkotaan. Padahal, sekitar 70 persen populasi Lampung bermukim di desa dengan potensi komoditas pangan yang melimpah seperti singkong, jagung, dan padi.

"Dulu di desa koperasi ini pengertiannya hanya tukang simpan pinjam, minjam duit di koperasi, bunganya besar. Padahal fungsinya jauh lebih dari itu. Koperasi adalah salah satu alat ungkit bagaimana kemakmuran-kemakmuran yang ada di Provinsi Lampung ini hadir di desa-desa," ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Targetkan Serap Gabah Petani Mulai Pekan Depan

Guna mewujudkan kemandirian pedesaan, Pemprov Lampung mengintegrasikan KDMP ke dalam program unggulan 500 Desa Maju yang ditargetkan tuntas pada 2027. Saat ini, performa pembentukan dan tata kelola KDMP di Lampung mencatatkan prestasi impresif di tingkat nasional.

"Provinsi Lampung kita nomor empat secara nasional dan nomor satu di luar Jawa," tegas Gubernur Mirza.

Langkah konkret jangka pendek yang diinstruksikan Gubernur adalah penataan distribusi gabah. KDMP ditargetkan langsung menyerap hasil panen padi petani untuk mencegah maraknya penjualan gabah ke luar daerah yang kerap memicu kelangkaan dan kenaikan harga beras lokal.

"Insya Allah dalam minggu depan kami sudah targetkan, yang panen ada KDMP-nya, KDMP-nya akan menyerap gabah-gabah sehingga tidak keluar lagi ke Jawa. Kita memutus mata rantai," ungkapnya.

Mendes PDT Tepis Isu Hoaks dan Tegaskan Asta Cita

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), H. Yandri Susanto, menyatakan bahwa peluncuran KDMP merupakan bentuk penjabaran Asta Cita ke-6 Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan dari tingkat akar rumput.

"Intinya, kami ingin Koperasi Kelurahan Merah Putih ini kita kawal sama-sama. Ini adalah program idola Bapak Presiden Prabowo dalam rangka menyukseskan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah," terang Yandri.

Mendes PDT juga meluruskan isu lirih di media sosial yang mengklaim pemerintah hendak menutup usaha mikro perdesaan.

"Kalau ada isu sekarang katanya Menteri Desa, Menko Pangan menutup warung, itu hoaks, bapak, ibu. Kita tidak pernah bicara akan menutup warung-warung di desa. Justru kita ingin semua bangkit bersama sebagai superteam," tegas Yandri sembari menguraikan bahwa pemerintah pusat tengah memfinalisasi lebih dari 30.000 gerai dan gudang KDMP di seluruh Indonesia.

Sekdaprov Lampung Bacakan Amanat Gubernur: Potensi Besar Daerah Harus Dikelola Aparatur Kompeten dan Berintegritas

September 03, 2026


 BANDAR LAMPUNG — Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pejabat Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Prosesi pelantikan dipusatkan di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (3/9/2026).

Pelantikan tersebut berlandaskan Keputusan Gubernur Lampung Nomor: 800.1.3.3/3041/V1.04/2026 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Dalam dan Dari Jabatan Administrator serta Jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung, Sekdaprov Marindo Kurniawan menegaskan bahwa kekayaan serta potensi besar yang dimiliki Bumi Ruwa Jurai—mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga kelautan—membutuhkan tata kelola dari aparatur yang berintegritas dan beretos kerja tinggi.

"Provinsi Lampung dianugerahi potensi daerah yang luar biasa besar. Namun, potensi tersebut tidak akan pernah menjadi kesejahteraan bagi rakyat jika tidak dikelola oleh aparatur yang kompeten, berintegritas, dan mau bekerja keras," ujar Sekdaprov saat membacakan amanat Gubernur.

Tekankan Program Kerja Berdampak Langsung

Gubernur Lampung meminta para pejabat yang baru dilantik untuk mencurahkan segenap energi dan pemikirannya pada program-program kerja yang membawa kemanfaatan langsung bagi masyarakat luas. Setiap alokasi anggaran dan kebijakan harus berorientasi pada hasil (outcome) yang dapat dirasakan publik secara konkret.

"Fokuskan energi dan pikiran Saudara agar setiap kebijakan, program, serta anggaran yang Saudara kelola benar-benar dirasakan dampak dan manfaatnya oleh masyarakat luas. Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluhkan lambatnya respons pemerintah terhadap isu-isu krusial di sekitarnya," tegasnya.

Prinsip Meritokrasi dan Dorongan Inovasi Lintas Sektor

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan perombakan dan rotasi jabatan ini dilandaskan pada evaluasi kinerja yang terukur serta prinsip meritokrasi. Langkah ini diambil untuk mengakselerasi serta meningkatkan efektivitas kinerja organisasi perangkat daerah.

Para pejabat baru dituntut untuk responsif, adaptif, serta berani menciptakan berbagai terobosan inovatif melalui penguatan kolaborasi lintas sektor guna menyelesaikan persoalan di lapangan.

"Jangan pernah ragu untuk melangkah dan jangan pernah lelah untuk berinovasi. Jadikan setiap tetes keringat, pemikiran, dan dedikasi Saudara sebagai jejak pengabdian yang akan dikenang sejarah, serta menjadi amal ibadah di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Pastikan kehadiran pemerintah selalu membawa solusi," pungkasnya.

Dorong Program Desa Maju, Pemprov Lampung Minta Siger Taruna Preneur Tak Sekadar Jadi Acara Seremonial

September 03, 2026

  


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung resmi meluncurkan Program Siger Taruna Preneur. Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan pembukaan agenda Literasi serta Inklusi Keuangan di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (3/9/2026).

Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan bahwa kekuatan utama Provinsi Lampung terletak pada kualitas sumber daya manusia perdesaan, khususnya generasi muda yang harus menjadi aktor utama pembangunan ekonomi daerah.

"Hari ini kita sedang menanam sebuah harapan. Harapan bahwa anak-anak muda di desa tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan ekonomi, tapi juga menjadi pelaku utama yang menciptakan usaha, membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan potensi daerah, dan membangun masa depan desanya sendiri," tegas Marindo membacakan sambutan Gubernur.

Dorong Hilirisasi Komoditas dan Kualitas Usaha

Marindo menegaskan bahwa Program Siger Taruna Preneur sangat sejalan dengan konsep Desa Maju yang diusung Pemprov Lampung, terutama dalam mengakselerasi hilirisasi komoditas unggulan daerah langsung dari tingkat akar rumput.

"Kita harus mendorong pemuda desa untuk menciptakan nilai tambah. Kopi jangan hanya dijual sebagai biji, kakao jangan hanya dijual sebagai bahan baku, singkong jangan hanya dijual sebagai hasil panen. Potensi desa harus diolah, dikemas, diberi merek, dipasarkan, dan kalau memungkinkan menembus pasar yang lebih luas. Ukuran keberhasilan program ini bukan berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, tetapi berapa banyak pemuda yang benar-benar naik kelas," lanjutnya.

Perluas Inklusi dan Bentengi Pemuda dari Pinjol Ilegal

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menjelaskan bahwa Siger Taruna Preneur diinisiasi melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memberikan pendampingan usaha, literasi keuangan, permodalan, serta digitalisasi secara berkelanjutan agar para pemuda desa berstatus bankable dan scalable.

"Melalui tema 'Karang Taruna Desa Berdaya, Entrepreneur Muda Berkarya', kami ingin Karang Taruna di seluruh Lampung menjadi wadah penciptaan wirausaha muda. Pemuda desa harus memahami industri jasa keuangan formal dan cerdas mengelola modal, sekaligus menjadi duta edukasi untuk membentengi warga dari bahaya jeratan pinjaman online ilegal dan judi online," terang Otto.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menegaskan kesiapan jajarannya hingga tingkat pekon/desa untuk mengawal program ini demi memperkuat ekonomi kerakyatan.

"Langkah kolaboratif ini menjadi tonggak sejarah baru. Karang Taruna siap menjadi agen perubahan, jembatan edukasi keuangan, dan wadah inkubasi usaha desa demi mewujudkan Desa Maju dan Lampung Sejahtera," kata Wahrul.

Penandatanganan Kerjasama Strategis

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU antara PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) dengan Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung terkait integrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai kartu ATM dan penetapan kader Karang Taruna sebagai agen Laku Pandai.

Selain itu, ditandatangani pula MoU antara Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung dengan Karang Taruna Lampung terkait edukasi pasar modal, yang dilanjutkan dengan penyerahan simbolis rekening investasi saham BEI kepada perwakilan pemuda desa.

Awali Rangkaian Bintang Radio 2026, RRI Bandar Lampung Beri Ruang Talenta Lokal Berkompetisi ke Tingkat Nasional

September 02, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberikan apresiasi tinggi terhadap peran strategis Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bandar Lampung yang terus konsisten mengedukasi masyarakat serta bersinergi mendukung pembangunan daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, pada pembukaan ajang RRI Fest dan Bintang Radio 2026 di Kantor RRI Bandar Lampung, Jalan Gatot Subroto No. 26, Rabu (2/9/2026).

Ganjar Jationo menegaskan bahwa RRI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan masyarakat serta roda pemerintahan di Bumi Ruwa Jurai. RRI dinilai berhasil menyehatkan ruang informasi publik melalui sajian edukasi dan hiburan yang positif.

"Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar RRI. RRI telah menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan masyarakat, pemerintahan, serta pembangunan di Provinsi Lampung. RRI terus hadir menyehatkan ruang informasi publik dengan edukasi dan hiburan yang sangat berguna," ujar Ganjar saat membacakan sambutan Gubernur.

Sinergi Kebijakan 'Desaku Maju' dan Ketahanan Pertanian

Dalam sambutan tertulis tersebut, Gubernur juga menjabarkan arah kebijakan strategis Pemprov Lampung yang berfokus pada penguatan ekonomi berbasis sektor pertanian. Melalui program unggulan 'Desaku Maju', pemerintah daerah berupaya meningkatkan nilai tambah hasil tani secara langsung di tingkat desa, antara lain lewat penyediaan sarana pengering padi (bed dryer) dan pengaplikasian pupuk hayati cair.

Menyikapi tema RRI Fest 2026 "Harmoni Dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri", Pemprov Lampung menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan lintas sektoral, termasuk insan pers dan media seperti RRI dalam membangun kepercayaan publik (public trust).

Eksistensi Radio di Era Digital dan Aksi Sosial RRI Fest 2026

Kepala LPP RRI Lampung, Peri Widodo, dalam laporannya menyampaikan bahwa perhelatan RRI Fest dan Bintang Radio merupakan wujud bakti nyata RRI kepada pemerintah daerah dan masyarakat Lampung. Pihaknya berkomitmen untuk terus memfasilitasi talenta muda daerah agar mampu berkiprah di tingkat nasional melalui Bintang Radio.

"Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat ketika teknologi digital telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berkarya, radio tetap memiliki tempat yang istimewa. Radio bukan hanya tentang suara yang terdengar, melainkan tentang kedekatan, kepercayaan, inspirasi, dan koneksi kemanusiaan," tutur Peri Widodo.

Rangkaian RRI Fest 2026 telah berlangsung sejak 1 September 2026 dengan menyajikan beragam kegiatan sosial yang menyasar langsung masyarakat, seperti lomba mewarnai anak, bazar UMKM, seminar bisnis, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga aksi donor darah.

Sebagai puncaknya, RRI akan menggelar senam bersama, aksi peduli lingkungan dan bersih-bersih di area pemancar Sukarame, serta aksi penebaran benih ikan di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Wagub Jihan Nurlela Dorong Akselerasi Program Lampung Maju 2045

September 01, 2026

 


BANDAR LAMPUNG (1 September 2026)
— Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memimpin prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dan Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Acara ini berlangsung solemn di Ruang Rapat Utama Gubernur Lampung pada Selasa (1/9/2026).

Pelantikan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam pemantapan kelembagaan serta akselerasi pencapaian visi dan misi pembangunan daerah menuju Lampung Maju dan Indonesia Emas 2045. Para pejabat yang dilantik telah melalui proses evaluasi kinerja dan uji kompetensi.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar rutinitas birokrasi atau pembinaan karier pegawai semata, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan langsung kepada masyarakat.

"Pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk mengakselerasi pencapaian visi dan misi Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045. Mari kita pastikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK tidak hanya menjadi slogan hafalan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Wagub Jihan.

Arahan Strategis bagi Pejabat yang Dilantik

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jihan memberikan arahan spesifik bagi para pimpinan Perangkat Daerah yang baru dilantik:

  1. Dinas Sosial Provinsi Lampung: Kepala Dinas Sosial yang baru, Rudi Syawal Sugiarto (sebelumnya Kalaksa BPBD), diminta membawa semangat ketangguhan lapangan untuk menangani pekerjaan rumah bidang sosial, khususnya percepatan penekanan angka kemiskinan ekstrem berbasis data.

  2. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung: Kepala BPBD yang baru, Aswarodi (sebelumnya Kadinsos), diinstruksikan menjaga semangat kemanusiaan dan memprioritaskan keselamatan serta perlindungan masyarakat dalam setiap penanganan bencana.

  3. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Lampung: Kepala Dinas KUKM yang baru, Fitrianita Damhuri (sebelumnya Kadispusip), ditugaskan mengorkestrasi sumber daya lintas sektor demi mendorong UMKM Lampung naik kelas serta memberikan solusi praktis atas kendala usaha di lapangan.

  4. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung: Kepala Dinas yang baru, Evi Fatmawati (sebelumnya Kadis KUKM), diminta menciptakan inovasi berbasis teknologi digital untuk memperluas akses bahan bacaan serta mendongkrak tingkat literasi hingga ke pelosok desa.

Selain pejabat pimpinan tinggi pratama, turut dilantik Pejabat Administrator di lingkungan Pemprov Lampung, salah satunya I Wayan Gunawan yang diangkat sebagai Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Lampung.

Wagub Jihan menutup arahannya dengan mengimbau seluruh pejabat untuk segera melakukan konsolidasi internal, menghilangkan ego sektoral, dan membangun sinergi lintas instansi demi memperkuat pelayanan publik di Provinsi Lampung.

Tentang Pemerintah Provinsi Lampung:

Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen mendorong tata kelola birokrasi yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program prioritas daerah.